Feeds:
Posts
Comments

Pimnas aja kok repot

Pasca diadakannya PIMNAS (Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional) di Universitas Lampung besok, maka langkah berikutnya adalah menjadikan UNISSULA (Universitas Islam Sultan Agung) sebagai tuan rumah selanjutnya pada periode 2008. Boleh dikatakan ini adalah langkah awal bagi UNISSULA untuk melangkah maju di ajang kreativitas paling bergengsi yang diikuti dan dikompetisikan oleh seluruh universitas di saentero negeri.

PIMNAS pada dasarnya adalah salah satu program unggulan yang merupakan penyaringan dari berbagai PKM ( Program Kreativitas Mahasiswa ) yang lolos penilaian dari DIRJEN DIKTI. Dengan diajukannya proposal penelitian PKM,maka secara otomatis setiap program yang diajukan tersebut memperoleh tiket masuk untuk PIMNAS periode berikutnya.

Berdasarkan data statistik yang diperoleh , persentase kenaikan jumlah para peserta PIMNAS mengalami peningkatan yang cukup drastis dibandingkan periode-periode sebelumnya. Bagi UNISSULA sendiri, PIMNAS kali ini merupakan sarana untuk bangkit. Pasalnya, dalam beberapa kali penyelenggaraan PIMNAS yang terdahulu tidak pernah satu pun yang sudi mampir di kampus yang satu ini.

Pucuk dicinta ulam tiba ,sebagai kampus yang baru pertama kali kejatuhan rejeki ilmiah ini, gayung pun bersambut. Ibarat perawan yang baru saja dipinang, segala cara pun diwujudkan. tak ayal, mulai dari atasan kampus sampai bawahan turut serta ber’sibuk’ ria menyambut moment tersebut. Mahasiswa pun seakan ikut ikutan terkena imbasnya, yaitu turut menjadi sasaran incar dari para dosen untuk menjadi umpan PIMNAS nanti. wah, benar-benar PIMNAS yang merepotkan. Kalu sudah begini, terpaksa saya ikut adagium Gus Dur yang paling terkenal itu, PIMNAS AJA KOK REPOT…

inferiority complex

sunset.jpg

tatkala sebuah guliran waktu berjalan,kemerdekaan bukan lagi sebuah tontonan unik,tetapi lebih pada ukiran sistem planolologi yang tercantum pada tatanan dunia maya dan utopia utopia rakyat yang senantiasa menjauh dari konstruksi sosial dan peradaban sejati…ketika makna proklamasi tercurah,bangsa ini seperti hilang arah..layaknya daun yang membeku dalam kalbu,dan ironi yang mencabik nurani.

bull shit………….mungkin benar orang bilang kita hidup tanpa makna,dan hingga waktu pun usai,retorika akan problem ini pun seakan terbuka,dan berlanjut.kulihat segerombol orang lantas menangis dalam buliran waktu.

kayaknya kita pun lagi lagi terjangkit imbasnya,akibat sistematika sejarah yang tak pernah usai,rendah diri pun berjangkit..komunitas negeri yang agung ini pun kembali merintih,terjatuh dalam retorika yang tak mampu lagi kita untuk bangkit..

Hello world!

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.