tatkala sebuah guliran waktu berjalan,kemerdekaan bukan lagi sebuah tontonan unik,tetapi lebih pada ukiran sistem planolologi yang tercantum pada tatanan dunia maya dan utopia utopia rakyat yang senantiasa menjauh dari konstruksi sosial dan peradaban sejati…ketika makna proklamasi tercurah,bangsa ini seperti hilang arah..layaknya daun yang membeku dalam kalbu,dan ironi yang mencabik nurani.
bull shit………….mungkin benar orang bilang kita hidup tanpa makna,dan hingga waktu pun usai,retorika akan problem ini pun seakan terbuka,dan berlanjut.kulihat segerombol orang lantas menangis dalam buliran waktu.
kayaknya kita pun lagi lagi terjangkit imbasnya,akibat sistematika sejarah yang tak pernah usai,rendah diri pun berjangkit..komunitas negeri yang agung ini pun kembali merintih,terjatuh dalam retorika yang tak mampu lagi kita untuk bangkit..